GORONTALO — Penyembelihan hewan kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ibadah yang memiliki dua dimensi utama.
Secara vertikal, kurban adalah sarana taqarrub (mendekatkan diri) untuk meraih rida Allah SWT.
Sementara secara sosial, ibadah ini menjadi momentum berbagi kebahagiaan dengan kaum fakir dan miskin melalui distribusi daging yang layak.
Baca juga: 10 Negara Terkorup di Dunia, bahkan Lebih Korup dari Indonesia
Agar ibadah ini sempurna dan sesuai syariat, proses penyembelihan yang dilakukan sejak 10 Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijjah) harus memperhatikan adab serta urutan doa yang benar.
Doa Menyembelih Hewan Kurban
Dalam kitab Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh Nawawi al-Bantani, disebutkan bahwa orang yang menyembelih sangat dianjurkan membaca doa khusus agar kurban tersebut diterima oleh Allah SWT. Berikut bacaannya:
Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm
Artinya: "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku."
Urutan dan Tata Cara Membaca Doa
Sebelum bilah senjata tajam digoreskan ke leher hewan yang telah menghadap kiblat, terdapat rangkaian zikir yang dianjurkan untuk dibaca secara berurutan.
Berikut adalah panduan langkah demi langkahnya:
Baca juga: Gubernur Gorontalo: Nanti SPPG Tidak Lagi Beli di Pasar, tapi ke Petani
Membaca Basmalah
Mulailah dengan melafalkan Bismillâhir rahmânir rahîm secara sempurna sebagai bentuk permohonan izin kepada sang Pemilik Semesta.
Bershalawat kepada Rasulullah SAW
Lafalkan shalawat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW:
Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.
Melantunkan Takbir dan Tahmid
Kumandangkan keagungan Allah sebanyak tiga kali diikuti dengan pujian:
Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd. (Sebagai catatan, takbir ini juga diperbolehkan untuk dibaca di awal sebelum basmalah).
Membaca Doa Penyembelihan
Sesaat sebelum menyembelih, bacalah doa taqarrub (Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika...) yang telah disebutkan di atas.
Pentingnya Memperhatikan Adab
Selain melafalkan doa-doa tersebut, penting bagi petugas penyembelih untuk memastikan hewan kurban dalam posisi yang nyaman (menghadap kiblat) dan menggunakan alat sembelih yang sangat tajam.
Hal ini sesuai dengan prinsip ihsan dalam memperlakukan hewan, sehingga kurban tidak hanya sah secara administratif agama, tetapi juga dipenuhi dengan etika belas kasih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nu Online