Sektor desa rajai kasus korupsi di Indonesia sepanjang tahun 2024 (Istimewa)
GORONTALO — Setiap tahun, Transparency International merilis laporan Corruption Perception Index (CPI) yang menjadi cermin bagi integritas sektor publik di seluruh dunia.
Menggunakan skala 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih), laporan tahun 2025 mengungkap realitas korupsi di dunia yang cukup kelam.
Rata-rata skor global hanya berada di angka 42, menandakan bahwa korupsi masih menjadi tantangan struktural yang masif di banyak negara.
Namun, di antara ratusan negara yang disurvei, terdapat daftar hitam berisi negara-negara dengan tingkat korupsi paling parah.
Wilayah-wilayah ini umumnya memiliki benang merah yang sama, yakni ketidakstabilan politik, konflik berkepanjangan, hingga sistem pemerintahan yang tertutup.
Berdasarkan data CPI 2025, berikut adalah 10 negara yang menempati peringkat terbawah di dunia.
Baca juga: Gubernur Gorontalo: Nanti SPPG Tidak Lagi Beli di Pasar, tapi ke Petani
Semakin rendah skornya, semakin buruk persepsi korupsi di negara tersebut:
Sudan Selatan dan Somalia berada di posisi paling dasar dengan skor hanya 9.
Baca juga: Skenario Berat Timnas Indonesia U-17 Bisa Lolos Semifinal Piala AFF U-17 2026
Di Sudan Selatan, korupsi menjelma menjadi kleptokrasi. Elite politik dan militer dilaporkan menjarah sumber daya negara, terutama dari sektor minyak, untuk kepentingan pribadi.
Sementara di Somalia, konflik menahun telah melumpuhkan transparansi anggaran publik, membuat praktik suap dan penggelapan menjadi hal lazim dalam birokrasi.
Venezuela, yang berada di peringkat berikutnya dengan skor 10, mencerminkan bagaimana krisis ekonomi dan hiperinflasi memberikan ruang bagi penyalahgunaan kekuasaan dalam distribusi sumber daya vital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats