GORONTALO — Berada dalam lingkungan toxic, baik itu di tempat kerja, lingkaran pertemanan, atau bahkan keluarga, sering kali terasa seperti menguras energi tanpa henti.
Ketegangan konstan, kritik yang tidak membangun, hingga perilaku manipulatif dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental kita.
Namun, Anda tidak harus menjadi korban dari keadaan tersebut.
Baca juga: Angka Perceraian Indonesia 2025 Meningkat di Tengah Badai Judi Online
Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk membangun benteng kesehatan mental dan mempraktikkan self-care yang efektif.
1. Tetapkan Batasan yang Tidak Bisa Ditawar (Firm Boundaries)
Batasan adalah garis pertahanan pertama Anda. Anda tidak perlu selalu tersedia secara emosional atau fisik untuk drama orang lain.
Tentukan kapan Anda harus berkata tidak. Hindari membawa pulang urusan kantor atau membalas pesan yang hanya berisi keluhan negatif di luar jam istirahat Anda.
Baca juga: Sambut Penas 2026, Pemkab Gorontalo Mulai Eksekusi Infrastruktur dan Manajemen Sampah
2. Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Salah satu pemicu stres terbesar adalah mencoba mengubah orang lain.
Sadarilah bahwa Anda tidak memiliki kontrol atas perilaku orang lain, namun Anda punya kendali penuh atas respons Anda.
Alihkan energi Anda untuk meningkatkan kualitas pekerjaan atau hobi pribadi daripada memikirkan cara mengubah sikap seseorang yang sulit.
Baca juga: Inflasi Gorontalo Tetap Stabil Selama Ramadan 2026
3. Lakukan Detoks Digital dan Emosional
Lingkungan toxic sering kali merambat ke ruang pribadi melalui media sosial atau pesan singkat.
Berikan waktu bagi otak Anda untuk beristirahat. Matikan notifikasi setelah jam kerja, atau mute akun-akun yang sering menyebarkan energi negatif.
Gunakan waktu luang untuk membaca buku atau meditasi.
4. Bangun Sistem Pendukung (Support System) di Luar Lingkungan Tersebut
Jangan mengisolasi diri. Anda membutuhkan perspektif luar untuk mengingatkan bahwa dunia tidak selalu seburuk lingkungan yang Anda hadapi saat ini.
Terhubunglah dengan teman atau komunitas yang memiliki nilai-nilai positif.
Berbicara dengan profesional seperti psikolog juga sangat disarankan jika tekanan mulai terasa menyesakkan.
5. Praktikkan Self-Compassion (Belas Kasih pada Diri Sendiri)
Sering kali, lingkungan toxic membuat kita menyalahkan diri sendiri.
Ingatlah bahwa merasa lelah atau sedih adalah respons manusiawi terhadap situasi yang berat.
Berhentilah menjadi kritikus paling kejam bagi diri sendiri. Rayakan kemenangan-kemenangan kecil yang Anda raih dan berikan waktu untuk istirahat tanpa rasa bersalah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber