Selasa, 31 MARET 2026 • 17:11 WIB

Sisi Positif di Balik Kekalahan Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026

Author

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (Timnas Indonesia)

GORONTALOTimnas Indonesia harus puas menyandang status runner-up dalam gelaran FIFA Series 2026 setelah takluk tipis dari Bulgaria

Meski demikian, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan perkembangan signifikan yang ditunjukkan anak asuhnya di lapangan.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Indonesia kalah dengan skor 0-1 akibat eksekusi penalti Marin Petkov di menit ke-35. 

Baca juga: Kiprah Pelatih Bulgaria: Alumni Liga Indonesia, Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia, yang Memutus Harapan

Walaupun gagal mengangkat trofi, Herdman melihat adanya komitmen kuat dari para pemain terhadap identitas permainan baru yang sedang dibangun.

Dominasi yang Belum Berbuah Gol

Dalam konferensi pers pascapertandingan, pelatih asal Inggris tersebut menyoroti bagaimana skuad Garuda sebenarnya mampu mendominasi jalannya laga.

Kekurangan utama yang menjadi catatan adalah masalah efektivitas di depan gawang lawan.

Baca juga: 6.570 Hari Tanpa Gelar: Ketika Ramadan Berakhir, tapi Puasa Gelar Timnas Indonesia Tak Kunjung Usai

“Kami berkomitmen pada tingkat fisik yang tinggi dan gaya bermain kami, tapi pada akhirnya kami belum meraih hasil,” ujar Herdman.

Ia menambahkan bahwa pada level kompetisi internasional, kemampuan memanfaatkan peluang menjadi pembeda yang krusial. 

“Ketika Anda tampil di level seperti itu dan pertandingan ada dalam genggaman, Anda harus bisa memenangkannya. Ini seharusnya menjadi kemenangan untuk Indonesia,” tegasnya.

Baca juga: Kevin Diks: Sangat Sulit Mengalahkan Kami di Kandang

Kematangan Fleksibilitas Strategi

Salah satu poin yang membuat Herdman bangga adalah kemampuan lini tengah Indonesia dalam meredam kekuatan fisik khas tim Eropa. 

Pelatih kelahiran Consett itu menilai konektivitas antar lini sudah mulai terbentuk dengan baik.

“Melawan tim Eropa seperti Bulgaria, saya rasa kami mampu mengontrol lini tengah sepanjang pertandingan. Ada banyak konektivitas dalam permainan kami, dan para pemain menunjukkan pemahaman yang baik terhadap sistem,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herdman mengapresiasi keberanian para pemain dalam mengadopsi skema taktik yang berbeda dalam waktu singkat. 

Menurutnya, fleksibilitas ini merupakan modal berharga bagi masa depan Timnas. 

“Kami meminta pemain untuk berani beradaptasi dengan gaya baru, dan mereka menunjukkan itu. Fleksibilitas ini penting untuk perkembangan tim ke depan,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kita Garuda

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU