Kiprah Pelatih Bulgaria: Alumni Liga Indonesia, Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia, yang Memutus Harapan
GORONTALO – Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 meninggalkan satu cerita menarik.
Di balik papan skor, terselip sebuah fakta bahwa sosok yang meracik strategi kemenangan Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, bukanlah orang asing.
Ia adalah orang lama yang pernah menghirup napas sepak bola Indonesia, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Baca juga: 6.570 Hari Tanpa Gelar: Ketika Ramadan Berakhir, tapi Puasa Gelar Timnas Indonesia Tak Kunjung Usai
Kembalinya Dimitrov ke Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) kali ini bukan untuk membela, melainkan menjadi aktor utama yang memutus harapan Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar.
Alumni Liga Indonesia
Aleksandar Dimitrov memiliki rekam jejak yang cukup panjang di kompetisi domestik Indonesia pada awal era 2000-an.
Datang sebagai pemain asing dengan status bebas transfer, ia tercatat pernah memperkuat tiga klub besar di tanah air:
Baca juga: Rapor Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Lini Belakang Renggang, Lini Serang Kurang Garang
- Persija Jakarta (2002/2003): Menjadi bagian dari skuad Macan Kemayoran di masa transisi liga.
- Gresik United (2003): Melanjutkan petualangan ke Jawa Timur.
- Persipura Jayapura (2004-2005): Menghabiskan masa-masa terakhir karier bermainnya di tanah Papua sebelum memutuskan pensiun pada 2006.
Tangan Kanan Ivan Kolev di Piala Asia 2007
Setelah gantung sepatu, Dimitrov tidak meninggalkan Indonesia. Ia justru memulai karier kepelatihannya di sini.
Baca juga: FIFA Series 2026: Rizky Ridho Tak Tergantikan, Nadeo-Cahya Hanya Pajangan
Pada musim 2006-2007, ia dipercaya menjadi asisten pelatih Ivan Kolev di Persipura Jayapura.
Kombinasi keduanya dinilai sangat solid, hingga akhirnya mereka dipercaya menangani Timnas Indonesia.
Dimitrov adalah salah satu sosok penting di balik layar saat Skuad Garuda berlaga di Piala Asia 2007.
Sebagai asisten pelatih, ia terlibat langsung dalam merancang strategi dan memahami karakter para pemain Indonesia.
Sang Mantan yang Menjadi Mimpi Buruk
Sembilan belas tahun setelah pengabdiannya untuk Merah Putih, Dimitrov kembali ke Senayan.
Namun, kali ini ia berdiri di pihak lawan dengan lencana Bulgaria di dada.
Meski sempat memberikan pujian pada perkembangan talenta muda Indonesia pasca-pertandingan, Dimitrov membuktikan bahwa ia tetaplah seorang profesional yang dingin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber