Jumat, 27 MARET 2026 • 14:22 WIB

Serba-serbi dan Resep Nasi Bulu, Menu Wajib Setiap Lebaran Ketupat di Gorontalo

Author

Seorang warga sedang memanggang nasi bulu yang akan disajikan pada lebaran ketupat (Infopublik.id)

GORONTALO – Jika berbicara tentang perayaan Lebaran Ketupat di Provinsi Gorontalo, perhatian kita tidak akan lepas dari kuliner ikonik bernama Nasi Bulu

Hidangan berbahan dasar ketan yang dimasak di dalam bambu ini bukan sekadar pengganjal perut, melainkan simbol tradisi dan kebersamaan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Jejak Sejarah: Antara Nasi Jaha dan Nasi Bulu

Nasi Bulu sejatinya memiliki kaitan erat dengan Nasi Jaha, kuliner khas Minahasa yang tersebar luas di wilayah Sulawesi Utara, mulai dari Kepulauan Sangihe, Talaud, hingga Bolaang Mongondow. 

Baca juga: Persentase Kemenangan John Herdman di Laga Debut Cuma 25%, Bagaimana dengan Timnas Indonesia Malam Ini?

Di Gorontalo, penyebutan Nasi Bulu merujuk pada wadah memasaknya, yakni bambu, yang dalam bahasa lokal disebut sebagai bulu.

Menariknya, asal-usul nama Nasi Jaha sendiri memiliki dua versi cerita. 

Versi pertama menyebutkan nama tersebut berasal dari "Nasi Jahe" karena jahe merupakan bumbu utama yang memberikan aroma khas. 

Baca juga: Perjalanan Panjang Kipas Angin dari Masa ke Masa

Sementara versi lain dalam mitologi Minahasa mengaitkannya dengan kisah orang Wosey dan Waraney.

Di Gorontalo, tradisi pembuatan Nasi Bulu sangat lekat dengan masyarakat Jaton (Jawa Tondano). Kebiasaan ini biasanya memuncak pada hari ketujuh setelah Idul Fitri atau saat Lebaran Ketupat. 

Awalnya, tradisi ini dibawa oleh warga yang pulang dari perantauan sebagai ajang silaturahmi sebelum mereka kembali berangkat ke tanah rantau.

Baca juga: Lama Menghilang di Era STY, Elkan Baggott Girang Pulang ke Timnas Indonesia di Era John Herdman

Rahasia Kelezatan: Resep Autentik Nasi Bulu

Membuat Nasi Bulu yang nikmat membutuhkan kesabaran dan pemilihan bahan yang tepat. 

Aroma harum yang keluar dari bambu yang terbakar adalah kunci utama daya tariknya.

Bahan Utama

  • Beras ketan putih berkualitas.
  • Santan kelapa kental (untuk rasa gurih yang maksimal).

Bumbu Halus & Rempah

  • Jahe (sebagai pemberi rasa hangat).
  • Bawang merah & bawang putih.
  • Batang serai.
  • Daun jeruk (untuk aroma segar).

Peralatan Khusus

  • Batang bambu muda (bulu).
  • Daun pisang untuk lapisan dalam.

Proses Pembuatan yang Teliti

Tahap awal dimulai dengan merendam beras ketan selama semalaman. 

Proses perendaman ini sangat krusial agar tekstur nasi menjadi lunak dan lebih cepat matang saat dibakar. 

Setelah beras siap, campurkan dengan santan dan seluruh bumbu halus. Masukkan campuran tersebut ke dalam bambu yang sudah dilapisi daun pisang. 

Proses memasak dilakukan dengan cara membakar bambu di atas bara api. Teknik ini memberikan aroma smoky yang meresap hingga ke dalam butiran ketan.

Penganan Bersantai dan Teman Lauk Pauk

Nasi Bulu adalah hidangan yang sangat fleksibel. Anda bisa menikmatinya sebagai penganan santai pendamping teh atau kopi di sore hari. 

Namun, saat perayaan besar, Nasi Bulu biasanya disandingkan dengan lauk pauk yang menggugah selera seperti Abon Ikan Cakalang atau Gulai Daging Sapi.

Kombinasi antara gurihnya santan, hangatnya jahe, dan aroma bambu yang khas menjadikan Nasi Bulu tetap menjadi primadona yang tak tergantikan di setiap momen Lebaran Ketupat di Gorontalo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU