Semarak Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi di Molosipat W Kota Gorontalo di Malam Nuzulul Qur’an
GORONTALO – Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Goronralo berubah menjadi lautan cahaya pada Minggu, 8 Maret 2026 malam.
Ratusan warga dan pemuda setempat tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan malam Nuzulul Qur’an melalui perpaduan unik antara tradisi religi dan kuliner yakni Pawai Obor serta Festival Kolak Ubi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Remaja Muda Molosipat W ini berhasil menciptakan atmosfer yang syahdu sekaligus meriah.
Baca juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Kebahagiaan Hubungan
Sembari menyaksikan barisan obor yang mengular, para pengunjung juga dimanjakan dengan pembagian takjil kolak ubi secara cuma-cuma di sepanjang rute pawai.
Simbol Cahaya Al-Qur’an dan Napak Tilas Sejarah
Ketua Panitia Pelaksana, Guntur Wantu, menjelaskan bahwa acara yang sudah memasuki tahun kelima ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat.
Peserta mulai dari santri TPQ se-Kecamatan Kota Barat, majelis taklim, hingga kelompok pelajar dan remaja lintas wilayah.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa THR Kamu Cepat Habis Tanpa Bekas
Menurut Guntur, pawai ini bukan sekadar iring-iringan biasa, melainkan media edukasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah syiar Islam.
"Pawai obor ini adalah simbol napak tilas kaum muslim terdahulu yang berbondong-bondong menuju masjid di tengah kegelapan menggunakan obor untuk menyambut cahaya Al-Qur'an," ungkap Guntur.
Filosofi 2.026 Cup Kolak Ubi
Daya tarik lain yang mencuri perhatian adalah Festival Kolak Ubi. Tahun ini, panitia menyajikan sebanyak 2.026 cup kolak ubi gratis untuk masyarakat yang melintas.
Baca juga: Garuda Calling! John Herdman Panggil 41 Pemain untuk FIFA Series Maret 2026
Angka tersebut dipilih secara sengaja sebagai simbol tahun berjalan sekaligus penanda semangat berbagi di bulan suci.
Hebatnya, seluruh sajian tersebut merupakan hasil swadaya murni dari warga setempat yang antusias mendukung kreativitas pemuda.
"Logistik kolak ubi ini murni berasal dari antusiasme warga. Semua berhak menyediakan dan siapa pun yang lewat dipersilakan mengambil di titik-titik pos yang telah kami sediakan di sepanjang jalan," tambah Guntur.
Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan
Inisiatif kreatif ini sebelumnya telah mendapat restu dari Pemerintah Kota Gorontalo melalui audiensi bersama Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel.
Dukungan ini menjadi suntikan semangat bagi panitia untuk menjadikan acara ini sebagai agenda religi yang lebih besar di masa depan.
Guntur berharap kolaborasi antara tradisi lokal dan syiar agama ini dapat terus konsisten dilaksanakan sebagai sarana pembangunan karakter pemuda di Gorontalo.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi antara tradisi, semangat berbagi, dan syiar agama bisa menjadi kekuatan besar bagi pembangunan karakter anak muda di daerah kita," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Gorontalo