Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 08:51 WIB

Inspirasi Imlek: Jejak Sukses Tokoh Tionghoa di Gorontalo, dari Ciputra hingga Ignasius Jonan

Author

Kolase foto Ciputra dan Ignasius Jonan, dua tokoh Tionghoa asal Gorontalo yang kisahnya bisa jadi inspirasi di Imlek tahun ini (Istimewa)

GORONTALO — Semarak perayaan Imlek selalu menjadi momen refleksi tentang ketangguhan dan kontribusi besar komunitas Tionghoa bagi kemajuan bangsa. 

Di balik merahnya lampion Imlek yang menghiasi sudut kota, tersembunyi sebuah narasi sejarah yang luar biasa.

Gorontalo menjadi laboratorium yang menciptakan tokoh-tokoh besar di panggung ekonomi, politik, hingga akademisi nasional. 

Baca juga: Klenteng Tulus Harapan Kita: Klenteng Bersejarah Hasil Kongko-kongko Imigran China di Gorontalo

Tanah Gorontalo bukan sekadar tempat singgah bagi para imigran, melainkan kawah candradimuka yang menempa karakter mereka dengan etos kerja keras yang khas.

Dalam tradisi Tionghoa, kesuksesan sering kali dianggap sebagai buah dari kegigihan melewati masa sulit. Hal inilah yang dialami oleh Ciputra (Tjie Tjin Hoan), sang raja properti Indonesia. 

Masa kecil hingga remaja Ciputra dihabiskan di Gorontalo dengan mencicipi pahitnya kehidupan dari bawah.

Baca juga: Pelajaran Berharga Garuda Muda: Nova Arianto Bedah Evaluasi Usai Digulung Tiongkok 0-7

Pengalamannya ditempa alam Gorontalo menjadikannya sosok visioner dengan akumulasi kekayaan mencapai Rp18,3 triliun pada 2018. 

Baginya, Gorontalo adalah batu loncatan utama yang memberinya energi untuk terbang tinggi dan mencapai puncak kejayaan.

Punggawa Keuangan dan Hukum Era Soekarno

Jejak intelektualitas anak daerah Gorontalo terekam kuat dalam sejarah pemerintahan Indonesia. 

Ong Eng Die, Menteri Keuangan legendaris di era Presiden Soekarno, lahir di Gorontalo pada 20 Juni 1910. 

Sosok peraih gelar Doktor dari Universitas Amsterdam ini adalah orang yang menandatangani uang satu rupiah pada tahun 1954. 

Baca juga: Tempat Itikaf di Limboto: Masjid yang Cocok untuk Ibadah Malam Sepanjang Ramadan

Darah kepemimpinannya mengalir dari sang ayah, Ong Teng Hoen, yang menjabat sebagai Luitenant der Chinezen di Gorontalo selama masa kolonial.

Tak hanya di bidang keuangan, dunia hukum Indonesia mencatat nama Jauw Keng Hong. 

Lahir di Gorontalo pada 1895, ia meraih gelar Doctor of Laws (LL.D) dari Leiden University. 

Kariernya sebagai hakim pengadilan tinggi membuktikan bahwa kompetensi putra Gorontalo mampu bersaing di level tertinggi penegakan hukum nasional.

Maestro Farmasi dan Inovator Akademisi

Industri kesehatan Indonesia juga berhutang besar pada tangan dingin tokoh asal Gorontalo. Dia adalah Wim Kalon (Liem Tjae Ho), pendiri PT Darya Varia. 

Ia memulai pendidikan dasarnya di Hollandsche Chineesche School Gorontalo sebelum menamatkan studi farmasi di Leiden. 

Demikian pula dengan Eddie Lembong, sang pendiri PT Pharos Indonesia, yang mengenyam pendidikan dasar di sekolah Tiong Hoa Hwee Kwan (THHK) Gorontalo, institusi pendidikan yang didirikan komunitas Tionghoa setempat sejak 1912.

Dunia akademik juga melahirkan nama-nama besar seperti Prof. Dr. Ir. Dali Santun Naga, pakar matematika dan mantan Rektor Universitas Tarumanagara yang dikenal sebagai ahli komputer pionir. 

Selain itu, ada Profesor Go Ban Hong, ahli ilmu tanah dari IPB yang disertasinya melegenda di kalangan peneliti. Inovasi riset NPK yang ia gagas menjadi kunci peningkatan hasil panen padi di Indonesia.

Ignasius Jonan: Transformator Publik dari Paguat

Tokoh kontemporer yang paling dikenal publik saat ini adalah Ignasius Jonan. Eks Menteri ESDM dan Menteri Perhubungan ini memiliki akar keluarga yang sangat kuat di Paguat, Kabupaten Pohuwato. 

Sebagai putra asli dari garis keturunan Gorontalo, Jonan berhasil merevolusi wajah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan menjadi standar baru integritas pejabat publik di Indonesia.

Kisah-kisah ini menegaskan bahwa Gorontalo memiliki andil besar dalam melahirkan sumber daya manusia yang mumpuni bagi Republik. 

Perpaduan antara nilai budaya Tionghoa yang ulet dan tantangan alam Gorontalo telah melahirkan para maestro yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tulisan Funco Tanipu

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU