GORONTALO – Menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki temperamen tinggi atau pemarah sering kali terasa seperti berjalan di atas kulit telur.
Anda harus selalu berhati-hati agar tidak salah langkah dan memicu ledakan emosi.
Namun, sering kali kemarahan tersebut bukan sekadar watak keras, melainkan tanda ketidakmampuan seseorang dalam meregulasi emosi.
Baca juga: 5 Ide Kado Tahun Baru Spesial untuk Pacar dan Sahabat, Bikin Momen Makin Berkesan
Menurut psikologi, kemarahan adalah emosi sekunder yang sering menutupi perasaan lain seperti takut, malu, atau kecewa.
Agar tidak terjebak dalam hubungan yang toksik, kenali lima ciri pasangan yang mudah marah berikut ini.
1. Reaksi Tidak Sebanding dengan Pemicu
Ciri paling nyata dari pasangan yang emosional adalah respon yang berlebihan terhadap masalah sepele.
Baca juga: 7 Arti Tatapan Mata: Membaca Perasaan Tanpa Kata
Misalnya, hanya karena Anda terlambat membalas pesan 10 menit, ia marah besar seolah-olah Anda telah berselingkuh.
Dalam psikologi, ini disebut low frustration tolerance. Mereka memiliki ambang batas yang sangat rendah terhadap ketidaknyamanan, sehingga hal kecil pun bisa memicu amarah besar alias sumbu pendek.
2. Selalu Defensif Saat Dikritik
Orang yang mudah marah sering kali memiliki ego yang rapuh. Ketika Anda mencoba membicarakan masalah atau memberikan masukan, mereka tidak mendengarkan, melainkan langsung memasang tameng.
Baca juga: 20 Ucapan Hari Ibu Paling Menyentuh Hati untuk Status WA dan Caption Instagram
Alih-alih introspeksi, mereka akan merasa diserang dan membalikkan keadaan dengan menyalahkan Anda. Ini adalah mekanisme pertahanan diri untuk menghindari rasa bersalah.
3. Kaku pada Ekspektasi Sendiri
Psikolog sering mengaitkan kemarahan kronis dengan pola pikir yang kaku. Pasangan tipe ini memiliki aturan ketat di kepalanya tentang bagaimana sesuatu harus berjalan.
Jika realitas tidak sesuai dengan skenario di kepala mereka, misalnya pelayan restoran salah mencatat menu atau jalanan macet, mereka tidak bisa beradaptasi.
Ketidakmampuan untuk berkompromi dengan situasi inilah yang memicu ledakan emosi seketika.
4. Suka Mengungkit Kesalahan Masa Lalu
Pernahkah pasangan Anda marah karena satu hal, lalu tiba-tiba mengungkit kesalahan Anda tiga tahun lalu? Dalam istilah psikologi hubungan, ini disebut kitchen-sinking.
Orang yang mudah marah cenderung menimbun kekesalan (seperti menumpuk piring kotor), dan ketika ada satu pemicu, mereka akan menumpahkan semua sampah masa lalu sekaligus.
Ini menunjukkan bahwa mereka tidak pernah benar-benar memaafkan atau menyelesaikan konflik sebelumnya.
5. Sulit Melakukan Self-Soothing
Ciri terakhir adalah ketidakmampuan untuk menenangkan diri sendiri. Orang dewasa yang matang secara emosional biasanya tahu cara meredakan emosi sebelum berbicara.
Namun, pasangan yang temperamental sering kali membiarkan amarah menguasai dirinya dan butuh waktu sangat lama untuk kembali normal.
Mereka bergantung pada orang lain untuk menenangkan mereka atau menunggu situasi berubah, bukan mengontrol diri sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber