Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 15:24 WIB

Kado Akhir Tahun: Tiket Pesawat dari Gorontalo Diskon hingga 14 Persen

Author

Pemerintah beri diskon tiket pesawat dari Gorontalo di akhir tahun 2025 (HO/Husnul Puhi)

GORONTALO – Momen mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 bagi warga Provinsi Gorontalo terasa lebih melegakan dompet. 

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan resmi memberlakukan kebijakan penurunan harga tiket pesawat, memberikan angin segar bagi para perantau maupun pelancong yang hendak menikmati liburan akhir tahun.

Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, mengonfirmasi kabar gembira tersebut. 

Baca juga: Hampir 96 Persen Warga Terlindungi BPJS, Pemkab Gorontalo Panen Pujian di Level Nasional

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menstimulus pergerakan masyarakat sekaligus menekan tingginya biaya transportasi udara yang kerap dikeluhkan saat musim puncak liburan.

"Diskon tiket ini diberikan untuk rute dari Gorontalo ke Jakarta, Makassar, dan rute lanjutan lainnya, dengan besaran potongan sekitar 13 hingga 14 persen," kata Joko, Kamis, 18 Desember 2025.

Dengan adanya insentif harga ini, Joko memprediksi antusiasme masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara akan meningkat signifikan.

Baca juga: Nasib Karawo: Krisis Regenerasi dan Upah Murah

Berdasarkan analisis data, proyeksi pergerakan penumpang tahun ini dipastikan melampaui statistik tahun lalu yang hanya mencatatkan kenaikan tipis di angka 5 persen.

"Ada perbedaan tren. Tahun ini kami perkirakan terjadi peningkatan atau lonjakan penumpang selama masa angkutan Nataru," ujar Joko. 

Pihak bandara memperkirakan lonjakan penumpang kali ini bisa menembus angka 8 hingga 9 persen.

Baca juga: Waspada 'Red Flag' di Kantor: 5 Ciri Atasan Toxic yang Bisa Menghambat Karier Anda

Meskipun lonjakan penumpang sudah di depan mata, operasional penerbangan di Bandara Djalaluddin terpantau masih berjalan dengan skema reguler. 

Belum ada maskapai yang mengajukan permohonan penerbangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.

"Untuk sementara, penerbangan tetap satu kali per hari untuk masing-masing maskapai, yaitu Garuda Indonesia, Batik Air, dan Lion Air," katanya.

Bagi masyarakat yang hendak bepergian, Joko mengingatkan untuk mewaspadai tanggal-tanggal padat.

Puncak arus keberangkatan diprediksi akan terjadi pada 24 Desember 2025, sementara gelombang arus balik diperkirakan memuncak pada awal tahun, tepatnya 4 Januari 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berinti.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU