GORONTALO – Ironi pembangunan di tingkat akar rumput kembali menyeruak. Niat mulia untuk menyejahterakan masyarakat desa justru ternoda oleh praktik amis korupsi.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), sektor desa mencatatkan rekor kelam sebagai ladang paling subur bagi tindak pidana korupsi sepanjang tahun 2024.
Titik Terlemah Pengawasan?
Data menunjukkan angka yang cukup mencolok, 77 kasus korupsi terjadi di sektor desa. Angka ini menempatkan desa di posisi puncak, jauh melampaui sektor-sektor strategis lainnya.
Tingginya angka ini menjadi sinyal merah bahwa kucuran Dana Desa yang begitu besar belum diimbangi dengan mekanisme pengawasan dan transparansi yang mumpuni.
Alih-alih menjadi motor penggerak ekonomi, dana tersebut kerap kali menjadi bancakan oknum tak bertanggung jawab.
Utilitas dan Pemerintahan Menyusul
Di posisi kedua, sektor utilitas (infrastruktur publik seperti listrik, air, dan gas) membayangi dengan 57 kasus.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tumbang dari Filipina U-23 0-1, Asa ke Semifinal di Ujung Tanduk
Hal ini tidak kalah mengkhawatirkan mengingat sektor ini menyangkut hajat hidup orang banyak secara langsung.
Sementara itu, sektor pemerintahan yang seharusnya menjadi teladan integritas, justru bertengger di posisi ketiga dengan 41 kasus.
Ini membuktikan bahwa reformasi birokrasi masih menyisakan celah lebar bagi praktik rasuah.
Sektor Vital Lainnya Tidak Luput
Kekhawatiran semakin bertambah ketika melihat sektor kesehatan dan pendidikan juga masuk dalam daftar hitam ini.
Sektor kesehatan mencatat 39 kasus, sedangkan pendidikan dan perbankan berbagi angka yang sama, yakni masing-masing 25 kasus.
Bayangkan, dana yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan nyawa dan mencerdaskan bangsa, justru disalahgunakan.
Baca juga: Pasar Sentral Kota Gorontalo Tetap Aman Jadi Tempat Nongkrong Usai Insiden Malam Minggu
Berikut adalah data lengkap 10 sektor dengan kasus korupsi terbanyak di tahun 2024:
- Desa: 77 Kasus
- Utilitas: 57 Kasus
- Pemerintahan: 41 Kasus
- Kesehatan: 39 Kasus
- Perbankan: 25 Kasus
- Pendidikan: 25 Kasus
- Sumber Daya Alam: 19 Kasus
- Sosial Kemasyarakatan: 18 Kasus
- Kepemudaan & Olahraga: 12 Kasus
- Transportasi: 11 Kasus
Data ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan nyata dari rapuhnya integritas pengelolaan anggaran di berbagai lini.
Dominasi sektor desa dalam kasus korupsi tahun ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah pusat dan penegak hukum untuk memperketat audit dan terjun langsung membenahi tata kelola di tingkat pemerintahan terkecil tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats