GORONTALO – Memasuki pertengahan November, BMKG merilis analisis prospek cuaca untuk periode 14 hingga 17 November 2025.
Kabar bagi warga Provinsi Gorontalo, daerah ini diprediksi masih akan menghadapi peningkatan intensitas hujan sedang hingga lebat.
Laporan BMKG mengindikasikan bahwa cuaca di Indonesia secara umum didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.
Namun, Gorontalo termasuk dalam daftar panjang provinsi yang harus mewaspadai hujan dengan intensitas sedang.
Fokus Waspada Hujan Sedang
Untuk periode empat hari ke depan (14–17 November 2025), Gorontalo diimbau untuk waspada terhadap peningkatan curah hujan sedang.
Kondisi ini sejalan dengan pola cuaca yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Baca juga: Residivis Pencurian di Gorontalo Berulah Lagi, Curi Laptop Mahasiswa Usai Pulang Nongkrong
Meskipun demikian, Gorontalo tidak masuk dalam kategori tingkat peringatan dini tertinggi (Siaga dan Angin Kencang).
Status Siaga (Hujan lebat – sangat lebat) pada periode ini ditetapkan untuk provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, seluruh Kalimantan (Barat, Tengah, Selatan), Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Sementara Angin Kencang diwaspadai di Banten dan Kalimantan Tengah.
Baca juga: 7.000 ASN Kota Gorontalo Bakal Demo di Kantor BSG Besok
Siaga Bencana Hidrometeorologi
BMKG menekankan bahwa adanya potensi peningkatan intensitas hujan ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari masyarakat Gorontalo terhadap risiko bencana hidrometeorologi.
Curah hujan yang tinggi dapat memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
Imbauan untu Masyarakat
1. Pencegahan Fisik: Menjauhi pohon, bangunan, dan infrastruktur rapuh saat terjadi angin kencang.
2. Keamanan Diri: Menghindari wilayah terbuka ketika hujan disertai petir.
3. Kesehatan: Tetap mencukupi asupan cairan dan menggunakan tabir surya karena cuaca terik dapat terjadi sewaktu-waktu.
4. Pemantauan: Wajib memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, dan memahami langkah evakuasi jika diperlukan.
BMKG memastikan informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG