Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 14:11 WIB

Mengintip Serunya Anggota Saka Widya Budaya Bakti Bikin Kue Dumalo di Peran Saka Nasional 2025

Author

Jeje, salah satu peserta Peran Saka Nasional 2025 asal Sulawesi Selaran mencoba memasak kue Dumalo (Indozone Gorontalo)

GORONTALO – Anggota Saka Widya Budaya Bakti yang berpartisipasi dalam Peran Saka Nasional 2025 mendapatkan pengalaman budaya yang unik. 

Bertempat di Kantor UPTD Museum Purbakala Gorontalo, mereka mengikuti sesi praktik membuat Dumalo, kue tradisional khas Gorontalo.

Kegiatan ini menjadi ajang bagi peserta dari berbagai daerah untuk mengenal kekayaan kuliner lokal Gorontalo, sekaligus mempraktikkan keterampilan budaya.

Baca juga: Tampil di Jumpa Tokoh Peran Saka Nasional, Rachmat Gobel Beri Tips Jadi Pengusaha hingga TV ke Peserta

Jeje, perwakilan kontingen Kwartir Daerah Sulawesi Selatan, mengakui adanya kemiripan Dumalo dengan kudapan dari daerah asalnya.

"Dumalo ini hampir sama dengan kue tradisional di Sulawesi Selatan namanya Bannang-bannang. Bentuknya mirip, bedanya kalau bannang-bannang sudah ditaburi gula kemudian dikemas,” katanya.

Kesan positif ini mendorongnya untuk mencoba kembali membuat kue tersebut di daerah asalnya.

Baca juga: Ribuan Peserta Peran Saka Nasional Berbaur dalam Permainan Besar: Hapus Sekat Daerah dan Perkuat Persaudaraan

"Bagus sekali kegiatan ini dan kayaknya saya sudah bisa. Nanti pas pulang ke rumah mau praktik bikin dumalo," ujarnya.

Antusiasme dan Pengalaman Baru

Pengalaman membuat Dumalo juga disambut antusias oleh peserta dari Sulawesi Tengah. 

Suci Ramadani, kontingen dari Kwartir Cabang Toli-toli, mengakui bahwa meskipun ada sedikit rasa khawatir, ia sangat menikmati prosesnya.

Baca juga: Pembukaan Peran Saka Nasional 2025 Pukau Ribuan Peserta: Next Time Harus ke Gorontalo Lagi

“Agak takut sedikit karena baru pertama kali, tapi kalau tidak dicoba pun kita menyesal, ini kan, jadi pengetahuan baru,” katanya.

Sekilas Tentang Dumalo

Menurut sejarah, kue Dumalo sudah ada sejak dahulu dan sering disajikan pada acara-acara keluarga atau bahkan dijual. 

Penamaan Dumalo sendiri karena camilan ringan ini dibuat dari paduan tepung beras, gula, dan air dengan takaran yang pas, menghasilkan rasa renyah, gurih, dan manis.

Bahan-bahan untuk membuat Dumalo sangat sederhana, yakni tepung beras, gula, air, dan minyak goreng. 

Khusus untuk takaran kecil, bahan yang dibutuhkan adalah tepung beras sebanyak 2 liter, gula setengah kilogram, dan air secukupnya.

Proses Pembuatan yang Unik

Proses pembuatan Dumalo ini memiliki langkah unik yang melibatkan batok kelapa sebagai alat bantu.

Pertama, bahan-bahan dicampur dan diaduk hingga rata. Kemudian adonan dimasukkan ke dalam batok kelapa yang sudah dilubangi kecil di bagian bawahnya.

Adonan yang menetes keluar dari batok kelapa kemudian ditampung di dalam minyak kelapa yang sudah panas dalam sebuah wajan.

Kue terus digoreng sampai berwarna kecoklatan dan berbentuk unik seperti sarang semut.

Adonan yang terbentuk saling bertaut di atas wajan, lalu dilipat menggunakan penjepit bambu, membentuk empat persegi panjang (Dumalo).

Setelah matang, kue ditiriskan agar minyak menetes, didinginkan sejenak, dan kemudian disimpan dalam toples untuk menjaga kerenyahannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU