Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 13:33 WIB

Gorontalo Catat Pertumbuhan Ekonomi Solid di Triwulan II 2025

Author

Ekonomi Gorontalo tumbuh solid dan inflasi terkendali (Istimewa)

GORONTALO - Ekonomi Provinsi Gorontalo menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada Triwulan II 2025. 

Badan Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) mencatat pertumbuhan sebesar 5,14 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang hanya mencapai 5,12 persen.

Performa tersebut disampaikan Kepala KPwBI Gorontalo, Bambang Setya Permana, saat konferensi pers mengenai kinerja makro fiskal di Kantor Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, Rabu, 24 September 2025.

Baca juga: Polisi Didesak Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Asal Muna Usai Diksar Mapala FIS UNG

"Pertumbuhan itu ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu pertanian, perdagangan, dan konstruksi," jelas Bambang.

Dari sisi penggunaan, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu motor penggerak, disertai peningkatan ekspor produk unggulan daerah, seperti pelet kayu dan olahan kelapa.

Inflasi Terkendali Meski Harga Beras Masih Tinggi

Selain pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga juga menjadi sorotan. Gorontalo berhasil menjaga laju inflasi tetap rendah.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 117 Karung Batu Hitam dari Tambang Suwawa

"Pada bulan Agustus 2025, realisasi inflasi tahunan mencapai 2,51 persen (yoy), relatif rendah dan sesuai sasaran inflasi nasional," ujar Bambang.

Meski demikian, ia mengingatkan harga beras yang masih tinggi tetap harus diantisipasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kredit Perbankan Tumbuh Pesat

Kinerja positif juga tercermin dari sektor perbankan. Penyaluran kredit di Gorontalo tumbuh hingga 14,81 persen (yoy), melampaui pertumbuhan kredit nasional yang hanya 7,56 persen.

Baca juga: KEPMMI: Korlap Diksar Mapala FIS UNG Akui Ada Kekerasan

"Kinerja perbankan itu ditopang oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian. Peran intermediasi perbankan, khususnya bagi UMKM, direncanakan terus diperkuat agar mampu mendukung sektor-sektor prioritas daerah," kata Bambang.

Digitalisasi Perkuat Ekonomi Daerah

Bambang menegaskan, transformasi digital menjadi faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk beralih ke transaksi non-tunai melalui QRIS.

"Hingga Agustus 2025, transaksi QRIS di Gorontalo menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dengan volume naik 147,73 persen (yoy) dan nominal transaksi meningkat 83,37 persen (yoy)," paparnya.

Peningkatan itu tidak terlepas dari sejumlah inovasi, seperti peluncuran fitur QRIS Tap serta pembentukan kawasan non-tunai di Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, Gorontalo dinilai berhasil menjaga momentum pertumbuhan sekaligus membangun fondasi ekonomi yang inklusif, efisien, dan berdaya saing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU