Rabu, 02 JULI 2025 • 13:37 WIB

Masuk Kurikulum, Pemerintah Gaungkan Bahasa Gorontalo dari Ruang Kelas

Author

Sampul buku Kaidah Bahasa Gorontalo (Perpustakaan UNG)

GORONTALO - Pemerintah Kabupaten Gorontalo mulai mengambil langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Gorontalo. 

Melalui kegiatan Seminar dan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka dengan muatan lokal Bahasa Daerah Gorontalo, pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai garda terdepan pelestarian bahasa dan budaya lokal.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menyampaikan bahwa menurunnya jumlah penutur aktif Bahasa Gorontalo merupakan sinyal bahaya yang harus segera direspons. 

Baca juga: Gorontalo Catat Penurunan Stunting di Tahun 2024, Ini Kuncinya

Salah satu solusi yang dinilai efektif adalah memasukkan bahasa Gorontalo ke dalam kurikulum di jenjang SD dan SMP.

“Bahasa Gorontalo adalah identitas kita. Jika jumlah penuturnya terus berkurang, sebagian wajah Gorontalo akan hilang," kata Sofyan. 

"Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari sekolah, dan terus didorong melalui kurikulum yang relevan,” sambungnya.

Baca juga: Pemprov Gorontalo Imbau Waspada COVID-19 Saat Kepulangan Jemaah Haji

Terbitkan surat edaran

Ia menegaskan bahwa meski regulasi nasional belum sepenuhnya mendukung, Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menerbitkan surat edaran sebagai langkah awal implementasi. 

Bahkan, Sofyan turut mendorong percepatan penyusunan regulasi daerah serta pelibatan Dewan Adat dalam upaya penguatan kebudayaan.

Apresiasi pihak ketiga

Sofyan juga mengapresiasi kehadiran PT. Yudistira yang menjadi mitra penyedia buku muatan lokal dalam bentuk cetak dan digital berbasis Kurikulum Merdeka. 

Kehadiran materi ajar yang terstandar diyakini akan memudahkan proses pembelajaran dan memperkuat posisi Bahasa Gorontalo di ruang kelas.

Misi mmembentuk karakter siswa

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mewakili kepala dinas, menyebut bahwa penguatan bahasa dan budaya daerah ini merupakan bagian dari misi kepala daerah untuk membentuk karakter siswa yang beragama, berbudaya, dan unggul.

“Budaya, bahasa, dan adat Gorontalo menjadi program prioritas yang wajib dimiliki siswa di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMP,” jelasnya.

Baca juga: Warga Kota Gorontalo yang Suka Mabuk Siap-siap Kehilangan Bantuan dan BPJS

Langkah ini pun mendapat dukungan dari Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo yang selama ini aktif dalam konservasi bahasa daerah. 

Harapannya, Bahasa Gorontalo tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dihidupkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.

Keterlibatan berbagai pihak serta dukungan kebijakan, pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis bisa menjadi contoh daerah yang sukses mengintegrasikan pelestarian bahasa lokal ke dalam sistem pendidikan formal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU