Indonesia jadi negara paling hobi pakai alat penerjemah di dunia (Istimewa)
GORONTALO — Sekat-sekat bahasa di dunia maya tampaknya mulai runtuh.
Di tengah banjir informasi global, masyarakat dunia kini semakin mengandalkan teknologi kecerdasan buatan untuk memahami konten asing.
Menariknya, Indonesia berada di garda terdepan dalam tren digital ini.
Berdasarkan laporan terbaru dari We Are Social & Meltwater periode Oktober 2025, Indonesia sukses mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan persentase pengguna alat penerjemah daring (seperti Google Translate, DeepL, dan sejenisnya) tertinggi secara global.
Data menunjukkan angka yang signifikan, sebesar 49,5% pengguna internet di Indonesia (usia 16 tahun ke atas) rutin menggunakan layanan penerjemah setiap minggunya.
Angka ini hampir mencakup separuh dari total populasi digital di tanah air.
Baca juga: Sering Memimpikan Mantan? Ini 5 Makna Tersembunyi di Balik Alam Bawah Sadarmu
Tingginya angka ini bukan tanpa alasan. Sebagai bangsa yang sangat aktif mengonsumsi budaya pop global, mulai dari tren K-Pop, konten anime Jepang, hingga literatur bisnis berbahasa Inggris, alat penerjemah telah bertransformasi dari sekadar alat bantu menjadi kebutuhan esensial dalam keseharian netizen Indonesia.
Jika Indonesia memimpin di Asia, kawasan Amerika Latin menunjukkan dominasi yang luar biasa di peringkat 10 besar.
Berikut adalah urutan lengkap negara dengan ketergantungan tertinggi pada alat penerjemah:
Baca juga: Ketua DPN Bongkar Fakta Sidang Pra-Pid ZH: Narasi Media Tak Utuh, Publik Berpotensi Disesatkan
Kolombia, Brasil, dan Argentina membuntuti ketat di posisi empat besar.
Hal ini merefleksikan kuatnya upaya masyarakat di kawasan tersebut untuk melakukan sinkronisasi antara bahasa ibu mereka (Spanyol dan Portugis) dengan konten internet dunia yang didominasi bahasa Inggris.
Hal menarik terlihat pada posisi kelima yang ditempati oleh Swiss (46,5%).
Sebagai negara dengan keragaman bahasa resmi yang kompleks, penggunaan alat penerjemah di sana bukan hanya untuk urusan internasional, melainkan juga sebagai jembatan komunikasi internal antarwarganya.
Bagi para pelaku industri digital dan kreator konten, data ini adalah sinyal kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats