Mengapa ketika dewasa sirkel pertemanan tinggal sedikit? (Istimewa)
GORONTALO – Ada masa ketika kita mengukur kebahagiaan dari seberapa ramai notifikasi di layar ponsel.
Di masa itu, akhir pekan tanpa agenda kumpul-kumpul terasa seperti sebuah kegagalan sosial.
Namun, seiring berjalannya waktu, keramaian itu perlahan surut. Satu per satu wajah yang dulu akrab mulai samar danenyisakan segelintir nama yang masih bertahan.
Baca juga: Parkir Berlangganan di Kota Gorontalo Mulai Disosialisasikan: Bayar Rp100 Ribu, Bebas Parkir Setahun
Seringkali kita bertanya dengan cemas, “Apakah aku menjadi membosankan? Apakah aku kehilangan kemampuan untuk disukai?”
Sebuah ulasan mendalam dari Beautynesia hadir untuk memeluk kecemasan itu. Jawabannya menenangkan: Tidak, kamu tidak sedang kehilangan. Kamu sedang mengalami seleksi alam.
Mengecilnya lingkaran pertemanan saat dewasa bukanlah sebuah anomali, melainkan ritme alami kehidupan.
Data dari YouGov Friendship Study bahkan menunjukkan realitas yang mungkin mengejutkan: banyak orang dewasa berjalan dengan sirkel yang sangat kecil, bahkan ada yang tanpa teman dekat sama sekali.
Jika kamu merasa temanmu kini bisa dihitung jari, ketahuilah bahwa itu adalah hal yang sangat manusiawi. Kamu tidak sendirian dalam kesunyian ini.
Baca juga: Ribut-Ribut Medali GHM Berujung Penonaktifan Kadis
Mengapa seleksi alam ini terjadi? Bukan karena kita berhenti peduli, tapi karena energi kita bukan lagi sumur tanpa dasar.
Saat muda, waktu adalah kemewahan yang kita hamburkan dengan riang. Saat dewasa, waktu menjadi mata uang yang paling mahal.
Fokus kita tersedot oleh tuntutan karier, dedikasi pada pasangan, kasih sayang untuk anak, atau sekadar kebutuhan mendesak untuk beristirahat.
Kita tidak lagi punya kapasitas untuk hubungan yang sekadar "basa-basi".
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Beautynesia