GORONTALO – Kasus dugaan penipuan haji yang menyeret nama anggota DPRD Gorontalo dari Fraksi PKS, Mustafa Yasin, baru-baru ini menjadi sorotan tajam.
Korban dalam kasus ini berjumlah 62 orang dengan total kerugian Rp2,5 miliar.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat Gorontalo dan seluruh Indonesia bahwa memilih agen travel haji dan umrah tidak boleh dilakukan sembarangan, bahkan ketika tokoh publik yang menjadi penjamin.
Baca juga: PKS Gelar Rakernas di Jakarta, Kadernya di Gorontalo Malah Jadi Tersangka
Untuk menghindari jebakan serupa dan memastikan perjalanan ibadah berjalan lancar sesuai syariat, kesadaran dan kehati-hatian calon jemaah sangatlah krusial.
Berikut adalah 7 tips yang wajib Anda terapkan agar lolos dari risiko penipuan saat memilih agen perjalanan haji dan umrah:
Ini adalah langkah verifikasi yang paling dasar dan mutlak.
Baca juga: PKS Gorontalo Minta Maaf Usai Mustafa Yasin Terjerat Kasus Dugaan Penipuan Haji-Umrah
Sebelum mempertimbangkan hal lain, calon jemaah wajib memastikan nama agen perjalanan memiliki izin operasional yang sah dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Perizinan ini adalah jaminan legalitas dan pengawasan pemerintah.
Jangan hanya percaya pada brosur atau janji manis lisan, seperti yang mungkin terjadi dalam kasus-kasus serupa.
Baca juga: Kasus Penipuan Haji-Umrah Mustafa Yasin: 62 Korban Lintas Daerah dengan Kerugian Fantastis
Carilah ulasan dan testimoni langsung dari orang-orang yang pernah menggunakan layanan travel tersebut.
Tanyakan detail pengalaman mereka, mulai dari kualitas hotel, kepastian jadwal, hingga bimbingan ibadah yang didapat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber