GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyerukan agar Hari Pahlawan Nasional dimaknai sebagai titik tolak untuk memperbarui komitmen pengabdian bagi bangsa dan daerah.
Ajakan ini disampaikan Gusnar saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan di Halaman Rumah Jabatan Gubernur.
Gusnar menekankan bahwa arena perjuangan telah berubah dan perjuangan masa kini harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern dan humanis.
Baca juga: Mensos Minta Warga Hening Cipta Semenit di Hari Pahlawan Nasional 2025
"Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian," kata Gusnar.
"Namun semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” sambungnya.
Saat membacakan amanat Menteri Sosial, Gusnar menekankan bahwa keteladanan para pahlawan dapat disarikan menjadi tiga nilai penting.
Baca juga: Hari Pahlawan Nasional 2025: Kenali Deretan Pahlawan yang Lahir di Bulan November
Tiga nilai penting dimaksud yaitu kesabaran, sikap mendahulukan kepentingan bangsa, serta memiliki pandangan jauh ke depan dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Ia menegaskan, perjuangan masa kini wajib diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, empati sosial, dan kerja nyata yang fokus pada pelayanan masyarakat dan penegakan keadilan.
Semangat juang ini diyakini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, terutama dalam penguatan ketahanan, kemajuan pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia yang berdaya.
Baca juga: 20 Caption Inspiratif Hari Pahlawan 10 November 2025: Warisi Ide, Bukan Cerita
Gubernur menutup amanat dengan mengajak seluruh peserta upacara yang terdiri dari jajaran TNI/Polri, Basarnas, ASN Pemprov, serta siswa SMA Terpadu Wira Bhakti dan SMK Bina Taruna Gorontalo untuk menjaga api perjuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo