GORONTALO – Menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun baru (Nataru) 2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan kesiapan penuh dalam menjaga stabilitas daerah.
Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi unsur pimpinan daerah yang dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah, di Kota Gorontalo, Rabu, 10 Desember 2025.
Fokus utama pembahasan tidak hanya soal keamanan wilayah, tetapi juga antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Optimalisasi Aset, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Raih Penghargaan Kemenkeu 2025
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Gorontalo diprediksi cukup kondusif, meski ada catatan khusus untuk wilayah tertentu.
“Ada laporan menarik dari BMKG yang diprediksi kita tidak akan memiliki potensi curah hujan yang tinggi, tapi hanya ada beberapa bagian terutama di wilayah Gorontalo Utara," kata Gusnar.
"Sehingga kita bisa mengantisipasi hal itu dan mudah-mudahan eskalasinya tidak terlalu besar,” sambungnya.
Baca juga: Bupati Gorontalo Banyak Belajar Politik dari Golkar
Sebagai tindak lanjut teknis, pemerintah daerah akan bergerak cepat menyusun skenario pengendalian di lapangan.
Strategi ini mencakup pendirian pusat layanan di berbagai lokasi strategis untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan selama musim liburan.
“Kita juga akan membuat posko-posko untuk mendekatkan layanan publik daripada pemerintah di beberapa tempat seperti bandara, pelabuhan, terminal dan di beberapa objek vital yang diperlukan oleh publik,” tambahnya.
Pemerintah menjamin keselamatan dan ketersediaan kebutuhan dasar selama periode Nataru, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo