Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 09:38 WIB

Wahyudin Moridu Jadi Kader PDIP Gorontalo Pertama yang di-PAW dan Dipecat

Author

Wahyudin Moridu jadi kader PDIP Gorontalo pertama yang di-PAW sekaligus dipecat (Istimewa)

GORONTALOPDIP secara resmi memecat Wahyudin Moridu sebagai kader partai. Ia dipecat lantara penyataan kontroversialnya yang ingin merampok uang negara.

Pernyataannya itu viral setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya dengan seorang perempuan bocor ke media sosial.

Dalam video itu, Wahyudin secara blak-blakan bilang mau merampok uang negara agar negara ini miskin. Pernyataan ini sontak mendapat kecaman publik.

Baca juga: PDIP Soal Skandal Wahyudin Moridu: Mau Mabuk atau Tidak Mabuk Tidak Bisa Ditolerir

Setelah videonya viral Wahyudin langsung diperiksa Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo pada Jumat malam, 19 September 2025. 

Besoknya, Sabtu, 20 September 2025, DPP PDIP langsung memecat Wahyudin dari keanggotaan partai. Secara otomatis status keanggotaannya di DPRD Provinsi Gorontalo juga diberhentikan.

"Status keanggotaannya di partai dicabut sehingga otomatis penugasan yang bersangkutan di lembaga-lembaga publik, termasuk di DPRD juga diberhentikan," kata Sekretaris DPD PDIP Gorontalo, La Ode Haimudin, Minggu, 21 September 2025 kemarin.

Baca juga: PDIP Janji Berbenah Usai Skandal Wahyudin Moridu

La Ode menegaskan bahwa kasus Wahyudin Moridu merupakan peristiwa pertama kali yang berujung pada Pergantian Antar Waktu (PAW) sekaligus pemecatan kader PDIP di Gorontalo.

“Ini kasus pertama kali PAW-pemecatan,” ujar La Ode.

La Ode menjelaskan, keputusan tegas itu diambil untuk menjaga nama baik dan marwah partai. Menurutnya, setiap kader harus menjaga citra partai di mata masyarakat.

Baca juga: Pihak Bandara Djalaludin Ungkap Kondisi Wahyudin Moridu saat Terbang ke Makassar

Terkait dampak kasus ini terhadap elektabilitas PDIP menjelang Pemilu 2029, La Ode menegaskan bahwa hal itu sepenuhnya ia serahkan kepada rakyat.

“Yang dilakukan oleh kader partai adalah menjaga marwah citra partai. Tentang output dari semua yang kami lakukan itu semua kami serahkan kepada rakyat,” ungkapnya.

La Ode juga menambahkan, peristiwa ini harus dijadikan momentum berbenah, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas kerja politik untuk kesejahteraan rakyat Gorontalo.

Ia pun memohonkan maaf atas perbuatan Wahyudin yang sudah membuat gaduh Gorontalo.

“Ini jadi bahan pelajaran penting bagi partai agar tidak terulang di masa depan. PDIP juga terbuka menerima kritikan dari masyarakat agar bisa lebih baik menjalankan fungsi partai,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU