Senin, 08 SEPTEMBER 2025 • 06:23 WIB

57 Persen Pasien Campak di Gorontalo Tidak Diimunisasi

Author

Pengelola Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Relik Parenden (HO/Husnul Puhi)

GORONTALO - Kasus campak di Provinsi Gorontalo kini menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo, hingga September 2025 tercatat sebanyak 558 kasus dengan gejala klinis.

Pengelola Imunisasi Dinkes Provinsi Gorontalo, Relik Parenden, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat imunisasi.

Baca juga: BPBD Kota Gorontalo Lakukan Mitigasi Banjir di Musim Hujan

"Dari kasus yang ada, 57,5 persen bayi atau pasien tidak pernah diimunisasi,” jelas Relik.

Relik menambahkan, saat ini telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) campak di tiga daerah, yakni Pohuwato, Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.

Dari tiga wilayah tersebut, dua di antaranya masih aktif melaporkan kasus baru.

Baca juga: Korban Dugaan Penipuan Haji Anggota DPRD Gorontalo Berangkat Cuma Pakai Visa Kerja

“Di Pohuwato terdapat 20 kasus positif berdasarkan hasil laboratorium, sementara di Bone Bolango ada lima kasus, dan Kota Gorontalo 12 kasus,” rinci Relik.

Menurutnya, kondisi di Pohuwato menjadi perhatian serius karena rendahnya cakupan imunisasi membuat kekebalan kelompok tidak terbentuk.

Hal inilah yang menyebabkan kasus campak terus bermunculan hingga ditetapkan KLB.

Baca juga: 23 Unit Perumahan ASN di Kota Gorontalo Rampung Dibangun

“Imunisasi campak diberikan pertama pada usia 9 hingga 11 bulan, dilanjutkan pada usia 18 hingga 24 bulan, bahkan anak usia SD juga ada," jelasnya.

"Ketika anak tidak diimunisasi, otomatis tidak memiliki kekebalan,” sambungnya.

Relik juga mengingatkan bahwa campak bukan penyakit ringan karena bisa menimbulkan komplikasi serius.

Ia mencontohkan kasus di Sumenep, Jawa Timur, yang bahkan menyebabkan kematian anak.

Dengan tren kasus yang meningkat, ia menegaskan pentingnya kesadaran orang tua untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

"Campak ini lebih cepat menular dari Covid-19 l. Cara penularannya melalui droplet atau percikan air liur," pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU