GORONTALO - Puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendatangi Markas Polda Gorontalo, Selasa, 2 September 2025).
Aksi tersebut merupakan buntut dari penangkapan belasan mahasiswa saat demonstrasi sehari sebelumnya, termasuk Ketua DPD IMM Provinsi Gorontalo, Muhamad Arif Hidayatullah Bina.
Mereka mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian saat membubarkan aksi menolak tunjangan tinggi DPR RI di Simpang Lima Telaga, Kabupaten Gorontalo.
Baca juga: 14 Mahasiswa Ditangkap Usai Demo Tolak Tunjangan DPR di Gorontalo
Awalnya, aksi yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi ekstra kampus berlangsung tertib pada Senin, 1 September 2025 kemarin.
Namun, situasi berubah tegang setelah massa tidak berhasil bertemu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail maupun Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo.
Meski polisi sudah memperingatkan agar aksi dibatasi hingga pukul 18.00 WITA, massa tetap bertahan.
Baca juga: Gusnar Pastikan Ojol di Gorontalo Dapat BPJS Ketenagakerjaan
Kondisi semakin panas ketika peserta aksi membakar ban dan merusak pembatas jalan. Bentrokan pun pecah.
Massa melempari petugas dengan batu hingga merusak pos polisi.
Aparat merespons dengan gas air mata dan water canon, membuat akses jalan di sekitar lokasi lumpuh total.
Akibat bentrokan itu, 14 demonstran ditangkap, terdiri dari mahasiswa berbagai kampus di Gorontalo serta aktivis organisasi.
Sampai saat ini, demo masih berlangsung. Massa aksi menuntut agar Muhamad Arif Hidayatullah Bina.
Sementara aksi berlangsung, perwakilan IMM Gorontalo sementara negosiasi dengan kepolisian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan