GORONTALO – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase, mengimbau masyarakat agar aktif membawa anak-anaknya ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi campak.
Menurut Ismail, kegiatan imunisasi rutin terus dilakukan melalui sekolah maupun posyandu.
Namun, jika capaian dari puskesmas belum mencapai target, pihaknya melakukan sweeping sebagai langkah pemenuhan hak kesehatan anak agar memperoleh imunisasi lengkap.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Campak 18 Kali Lebih Cepat Menular dari Covid-19
“Kita memang melaksanakan kegiatan imunisasi di sekolah-sekolah. Kalau pun laporan capaian imunisasi dari puskesmas-puskesmas belum mencapai target, kami melakukan sweeping imunisasi,” kata Ismail.
Ismail menegaskan, keberhasilan program imunisasi membutuhkan kerja sama semua pihak, khususnya orang tua.
Sebab, imunisasi merupakan salah satu upaya penting dalam melindungi anak dari penyakit berbahaya, termasuk campak.
Baca juga: 3 Daerah di Gorontalo Berstatus KLB Campak, Dikes Kabupaten Gorontalo Gencar Sweeping Imunisasi
“Saya berharap kepada seluruh masyarakat agar bisa membantu, mendorong, dan membawa anak-anaknya ke posyandu di faskes-faskes kecamatan," ujarnya.
"Semoga kerja sama kita ini bisa menjadikan anak-anak kita sehat, cerdas, serta menjadi harapan bangsa,” pungkasnya.
Sekadar informasi, dari catatan dinas, sejak Januari hingga Agustus 2025 terdapat 102 kasus suspek campak di Kabupaten Gorontalo.
Baca juga: 14 Provinsi dengan Kasus KLB Campak Terbanyak per Agustus 2025: Gorontalo Masuk
Suspek campak tertinggi ada di Kecamatan Limboto dengan 67 kasus.
Agar kondisi ini tak bertambah parah bahkan bisa menyehabkan kejadian luar biasa (KLB), pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo saat ini gencar melakukan sweeping imunisasi campak bagi bayi dan anak.
Orang tua juga diminta bisa bekerja sama dalam mendukung kesehatan anak.
Sebab, campak bukanlah penyakit yang bisa dianggap remeh. Penyakit ini lebih cepat menular dari Covid-19 dan bisa disertai komplikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan