GORONTALO – Memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi mengirimkan pesan tegas mengenai integritas birokrasi.
Saat memimpin Apel KORPRI di Halaman Kantor Bupati, Kamis, 12 Februari 2026, ia menekankan bahwa profesionalisme ASN harus lahir dari kesadaran diri, bukan karena terus-menerus diawasi.
Sofyan secara khusus menyoroti masih adanya pegawai yang terlambat mengikuti prosesi apel pagi tersebut.
Baca juga: Sidak Program MBG, Wagub Gorontalo Temukan Porsi yang Tak Sesuai Standar
Baginya, ketepatan waktu adalah indikator paling mendasar dari kesiapan seorang pelayan publik dalam menjalankan tanggung jawabnya.
“Disiplin adalah fondasi utama pemerintahan yang kuat. Memasuki tahun kedua ini, integritas dan ketepatan waktu harus sudah menjadi budaya kerja kita, bukan lagi hal yang perlu terus diingatkan,” tegas Sofyan.
Ia pun menyayangkan kondisi di lapangan yang belum sepenuhnya sinkron dengan upaya penyesuaian jadwal yang telah dilakukan pemerintah.
Baca juga: Wagub Gorontalo Soroti Kualitas Menu MBG, Menunya Telur Orak-Arik
"Padahal saya sudah berupaya menyesuaikan waktu agar apel pagi ini bisa berjalan dengan disiplin," tambahnya.
Selain masalah kedisiplinan, Sofyan juga menggarisbawahi persoalan lingkungan sebagai prioritas utama daerah.
Fokus penanganan sampah kini diperketat di empat wilayah strategis, yaitu Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Telaga, dan Telaga Biru.
Keseriusan ini dibuktikan dengan kebijakan baru dalam penunjukan lurah.
Baca juga: Prospek Cuaca BMKG 13–16 Februari: Gorontalo dan Sejumlah Wilayah Siaga Hujan Lebat
Pelantikan lurah yang dijadwalkan pada Februari ini akan memprioritaskan mereka yang memiliki kompetensi dan komitmen kuat dalam menuntaskan isu sampah di wilayahnya masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo