Kabid PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Agustina (Indozone Gorontalo)
GORONTALO – Angka buta aksara di Kabupaten Gorontalo masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Meski tren angkanya cenderung menurun, kondisi di lapangan menunjukkan masih ada tantangan besar, terutama di wilayah bagian barat.
Kabid Pendidikan Non-Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Agustina, menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka buta aksara di daerahnya fluktuatif.
Baca juga: Hadiah Umroh Menanti Peserta Terbaik PPIB ke-IX Kota Gorontalo
Pada 2021 berada di angka 1,37 persen, naik menjadi 2,00 persen pada 2022, lalu turun menjadi 1,54 persen di 2023, dan kembali menurun menjadi 1,39 persen pada 2024.
Agustina menuturkan, daerah yang rentan terhadap buta aksara berada di wilayah barat Kabupaten Gorontalo, khususnya Kecamatan Asparaga dan Tolangohula.
“Paling banyak itu di Tolangohula. Tahun lalu, ada 291 siswa berhasil lulus lewat program keaksaraan dasar. Tahun ini kami sudah mengusulkan 500 siswa untuk mengikuti program yang sama,” jelasnya.
Baca juga: Mahasiswa UNG Sampaikan Tuntutan Demo ke Mendagri
Sejak dua tahun terakhir, Kabupaten Gorontalo mendapat program Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk keaksaraan dasar dan lanjutan dari Kementerian Pendidikan.
Menurut Agustina, penyebab masih tingginya angka putus sekolah beragam, mulai dari faktor ekonomi, jarak sekolah yang jauh, hingga pernikahan usia muda.
“Tantangan terbesar adalah mengajak warga lanjut usia kembali belajar, padahal mereka masih dihitung dalam angka buta aksara,” ungkapnya.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Pertemukan Mahasiswa dengan Mendagri Sampaikan Tuntutan Demo
Perluasan Akses Pendidikan Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah terus memperluas akses pendidikan non-formal.
Saat ini terdapat 23 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Gorontalo, yang bekerja sama dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mencari data siswa putus sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan