Harga beras di Kota Gorontalo mulai turun (HO/Husnul Puhi)
GORONTALO – Harga beras di Kota Gorontalo mulai menunjukkan tren penurunan pada pertengahan September 2025, setelah beberapa bulan terakhir berada di level tinggi.
Jika sebelumnya harga di Pasar Sentral sempat menembus Rp800 ribu hingga Rp850 ribu per karung, kini ada di kisaran Rp750 ribu.
Untuk pembelian eceran, harga juga turun menjadi Rp15 ribu–Rp16 ribu per liter, dari sebelumnya Rp17 ribu.
Baca juga: Padukan Musik dan Budaya, SMPN 1 Molibagu Juara Umum Divisi Senior Logam HMF 2025
“Perubahan memang tidak terlalu besar, tapi cukup terasa bagi pembeli. Sekarang ada selisih sekitar Rp50 ribu per karung, dan Rp500 hingga Rp1.000 per liter tergantung jenis beras,” kata Rahman Karim, salah satu pedagang di Pasar Sentral, Senin 15 September 2025.
Rahman menilai ketersediaan stok dari petani lokal menjadi faktor utama yang membuat harga beras lebih terkendali.
Pasokan yang sempat tersendat kini berangsur lancar sehingga harga tidak lagi melonjak.
Baca juga: PPPK Paruh Waktu Membludak Urus SKCK di Polres Gorontalo
Selain pasokan lokal, keberadaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah juga turut memengaruhi pasar.
Beras bersubsidi itu dijual lebih murah, yakni Rp60 ribu per 5 kilogram, dan cukup diminati masyarakat.
“SPHP sangat membantu menekan harga beras lokal karena harganya jauh lebih terjangkau,” ungkap Agus Bahsuari, pedagang lainnya di Pasar Sentral.
Kendati begitu, pedagang tetap mengingatkan bahwa harga beras masih berpotensi berubah, terutama bila produksi padi terganggu akibat cuaca.
Mereka berharap pemerintah terus menjaga ketersediaan pasokan agar harga tetap stabil di pasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan