GORONTALO – Menjelang aksi demo menolak tunjangan DPR, sejumlah pejabat di Kabupaten Gorontalo menyatakan kesiapannya untuk menerima aspirasi masyarakat secara terbuka.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menegaskan pemerintah daerah tidak akan menutup diri dari kritik maupun tuntutan warga.
Menurutnya, aspirasi adalah bagian dari demokrasi yang harus dihormati.
Baca juga: Soal Demo, Ketua DPRD Kabgor: Kalau Mereka Minta Dialog, Kita Terima
“Pertama mari kita jaga kondusifitas daerah. Aspirasi silakan dilaksanakan, tapi jangan terpancing. Penyampaian aspirasi sesuai mekanisme,” kata Sofyan, Minggu 31 Agustus 2025.
Senada dengan Sofyan, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, menegaskan pihaknya terbuka terhadap dialog dengan massa aksi.
Ia percaya masyarakat Gorontalo dapat menyampaikan aspirasi dengan damai, tanpa mengganggu stabilitas daerah.
Baca juga: Driver Ojol di Gorontalo Gelar Zikir Bersama untuk Affan Kurniawan
Bahkan dia siap membuka ruang dialog dengan massa aksi jika diminta.
"Dialog dilakukan saat mereka menyampaikan aspirasi, insyaallah kita siap,” ungkap Zulfikar.
Di sisi lain, Kapolres Gorontalo AKBP Ki Ade Bagus Tri memastikan kesiapan personel pengamanan.
Baca juga: Jelang Demo, Bupati Gorontalo Gelar Doa Bersama untuk Negeri
Ia menyebutkan sekitar 450 personel gabungan, termasuk dari Kodim 1315, akan dikerahkan untuk menjaga jalannya aksi.
“Besok pagi kita apel kesiapan. Semua sudah maksimal sesuai SOP, dan juga berdasarkan instruksi Kapolri,” jelas Kapolres.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan