GORONTALO – Sorotan terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo kembali muncul. Kali ini terkait kondisi asrama mahasiswa Gorontalo yang tersebar di sejumlah daerah.
Banyak di antaranya mengalami kerusakan dan membutuhkan renovasi, salah satunya asrama mahasiswa di Yogyakarta.
Ketua Bidang Eksternal Politik PB Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG), Aldy Lamusu, menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh sebatas wacana.
Baca juga: Pemerintah Pusat Dorong Penguatan Halal Tourism di Gorontalo
Ia mengingatkan, Gubernur Gorontalo bahkan telah memberikan catatan penting terkait perlunya perbaikan beberapa asrama yang sudah tidak layak huni.
"Gubernur Gorontalo telah memberikan catatan penting untuk melakukan perbaikan beberapa asrama mahasiswa yang dianggap sudah tidak layak dan membutuhkan renovasi segera," ujar Aldy, Jumat 22 Agustus 2025.
Aldy menyebut, hal itu menjadi angin segar bagi mahasiswa rantau yang selama ini berharap bisa belajar dan tinggal di tempat yang lebih aman, layak, dan mendukung kegiatan akademik mereka.
Baca juga: Ditangani Polisi, Kasus Siswa SD Baku Pukul di Pasmolim Berujung Damai
Ia menegaskan kembali, keberadaan asrama mahasiswa di luar daerah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga representasi daerah sekaligus wujud nyata dukungan pemerintah bagi generasi muda.
"Sudah saatnya Pemprov Gorontalo menempatkan perhatian pada keberadaan asrama mahasiswa di luar daerah, sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” tutur Aldy.
Menurutnya, memberikan perhatian penuh terhadap fasilitas tersebut adalah investasi jangka panjang.
"Keberhasilan pendidikan generasi muda hari ini akan menentukan kualitas kepemimpinan dan pembangunan Gorontalo di masa depan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berinti.id