Selasa, 21 JULI 2026 • 12:42 WIB

5 Fakta Magis Spanyol di Piala Dunia 2026: Dari Kawin Gelar hingga Kutukan Cedera Lawan Kuat

Author

Duel Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 (Instagram @sefutbol)

GORONTALO — Tim nasional Spanyol baru saja mencetak sejarah emas dengan menjuarai Piala Dunia 2026.

Kemenangan dramatis atas Argentina ini menyisakan deretan fakta ajaib yang patut disorot.

Keberhasilan skuad La Furia Roja seolah mengulang kembali memori kejayaan masa lalu.

Baca juga: Jejak Kolonial di Gorontalo: Menguak Sejarah Benteng Oranye Kwandang

Sejumlah kebetulan misterius turut mewarnai perjalanan panjang mereka menuju tangga juara.

1. Rekor Langka Kawin Gelar Beruntun

Spanyol kini mencatatkan diri sebagai negara pertama yang berhasil mengawinkan gelar secara berturut-turut.

Trofi bergengsi Piala Dunia 2026 ini datang melengkapi gelar juara Euro 2024.

Baca juga: Menyusuri Jejak Sejarah, Ini Daftar Cagar Budaya Ikonik di Gorontalo

Pencapaian luar biasa ini bahkan telah mereka torehkan sebanyak dua kali sepanjang sejarah.

Dominasi serupa pernah terjadi di bawah asuhan pelatih legendaris Vicente del Bosque.

Kala itu mereka merajai dunia lewat rentetan kemenangan pada Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.

Baca juga: Bupati Gorontalo: PPPK Paruh Waktu Tidak akan Dirumahkan

2. Kutukan Cedera Pemain Pilar Lawan Kuat

Sebuah fakta aneh terus mengiringi langkah Spanyol sejak memasuki fase gugur turnamen bergengsi ini.

Para pemain pilar dari kubu lawan kuat selalu mengalami cedera parah di tengah pertandingan.

Kejadian janggal ini bermula saat bek sayap Portugal Nuno Mendes tumbang di babak enam belas besar.

Kiper utama Belgia Thibaut Courtois juga bernasib serupa saat mencoba menahan gempuran Spanyol.

Kutukan ini terus berlanjut hingga menimpa bek tengah tangguh Prancis William Saliba.

Puncaknya terjadi ketika Lisandro Martinez ditarik keluar lapangan saat membela Argentina di partai final.

3. Kemenangan Telat di Masa Perpanjangan Waktu

Partai puncak melawan Argentina sukses dimenangkan lewat gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106.

Kemenangan dramatis di masa perpanjangan waktu ini sangat identik dengan nuansa Piala Dunia 2010.

Saat itu Andres Iniesta juga mencetak gol tunggal kemenangan atas Belanda pada menit ke-116.

Spanyol selalu membuktikan mental baja mereka meski stamina mulai terkuras habis.

Kebiasaan menang telat ini seolah menjadi senjata mematikan mereka di setiap laga krusial.

4. Selalu Menjadi Korban Permainan Brutal

Selain drama gol telat, punggawa Spanyol juga selalu menjadi korban kebrutalan lawan kuat di partai puncak.

Publik tentu masih ingat tendangan horor Nigel de Jong ke dada Xabi Alonso pada final tahun 2010.

Permainan super keras dan intimidatif kembali dialami oleh skuad Spanyol saat menghadapi Argentina kali ini.

Meski selalu dihujani pelanggaran berbahaya, Spanyol tetap berdiri tegap mempertahankan taktik mereka.

Ketahanan fisik dan kedewasaan taktik menjadi kunci utama mereka meredam emosi di atas lapangan.

5. Hujan Kartu Merah bagi Pemain Lawan

Fakta magis yang terakhir adalah deretan kartu merah yang seolah membayangi para pemain lawan.

Bermain menghadapi dominasi penguasaan bola khas Spanyol tampaknya selalu memancing rasa frustrasi tinggi.

Wasit terpaksa mengusir Enzo Fernandez akibat melanggar keras Cubarsi pada menit ke-93 di laga final.

Sejarah kelam ini kembali mengingatkan publik pada insiden final yang terjadi enam belas tahun silam.

Kala itu bek tangguh Belanda John Heitinga juga harus mandi lebih cepat akibat ganjaran kartu merah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU