Bikin Repot Orang Tua Sedunia Termasuk di Indonesia, Ronaldo Minta Maaf Soal Gaya Rambutnya di Piala Dunia 2002
GORONTALO — Legenda hidup sepak bola Brasil, Ronaldo Luis Nazario de Lima, baru-baru ini melontarkan pernyataan jenaka bernada penyesalan terkait memori masa lalunya.
Dikutip dari Mundo Depotivo, dalam sesi wawancara eksklusif bersama media Prancis L'Equipe di sela-sela atmosfer Piala Dunia 2026, pria berjuluk 'Sang Fenomena' itu mengenang kembali gaya rambut ikoniknya pada tahun 2002.
Kala itu, ia tampil sangat eksentrik di partai final melawan Jerman dengan kepala plontos yang hanya menyisakan sedikit poni tebal di bagian depan berbentuk segitiga.
Baca juga: Salah Satunya Mario Kempes, Ini 19 Alumnus Piala Dunia yang Pernah Main di Liga Indonesia
Potongan rambut teatrikal yang awalnya berfungsi untuk mengalihkan perhatian media dari cedera lututnya tersebut kini justru menjadi penyesalan terdalam bagi sang striker.
Sambil berseloroh, Ronaldo mengaku merasa sangat bersalah sekaligus kasihan kepada jutaan orang tua di seluruh dunia pada masa itu.
Hal tersebut lantaran para orang tua harus pasrah melihat anak-anak mereka memotong rambut dengan gaya aneh demi meniru sang idola.
Baca juga: Ragam Ide Lomba Kreatif untuk Menyemarakkan Hari Anak Nasional
Fenomena demam potongan rambut kuncung ala Ronaldo ini memang sempat meledak secara masif dan digandrungi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Bahkan di tanah air, pengaruh budaya pop dari gaya rambut unik tersebut sampai menginspirasi lahirnya sebuah sinetron populer berjudul Ronaldowati.
Karakter utama dalam film tersebut merupakan seorang anak perempuan yang dengan sengaja mencukur habis rambutnya dan hanya menyisakan poni depan demi kecintaannya pada sepak bola.
Baca juga: Dominasi Mutlak Brasil Atas Jepang, Siapa Pemenang di Fase 32 Besar Piala Dunia 2026?
"Pertama-tama, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf kepada semua orang tua atas gaya rambut saya di tahun 2002. Saya menghadapi cedera lutut yang tidak dapat disembuhkan, dan hanya pemulihan total, yang menggabungkan kerja keras fisik dan mental yang luar biasa serta tak kenal lela, yang dapat mengembalikan saya ke kondisi yang saya inginkan," tutur Ronaldo.
Terlepas dari kontroversi penampilannya, gaya nyeleneh itu sukses mengantar Brasil naik ke podium juara setelah menekuk Jerman dengan skor dua gol tanpa balas.
Ronaldo pun keluar sebagai pahlawan kemenangan sekaligus top skor turnamen lewat torehan delapan gol yang sangat impresif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mundo Deportivo