GORONTALO — Geliat ekonomi nasional terus menunjukkan performa impresif di tengah dinamika global.
Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia sukses tumbuh sebesar 5,61% pada Kuartal I 2026.
Angka ini tidak hanya melampaui capaian kuartal sebelumnya yang sebesar 5,39%, tetapi juga menjadi rekor pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2022.
Baca juga: Bupati Gorontalo Soal Nasib PPPK Tahun 2027: Tidak Ada Pemberhentian
Menariknya, akselerasi ekonomi nasional kali ini kembali dipicu oleh performa luar biasa dari wilayah timur Indonesia.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Provinsi Gorontalo, yang berhasil mengamankan posisi keempat dalam daftar wilayah dengan laju pertumbuhan ekonomi paling pesat di tanah air.
Gorontalo mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 7,68% pada periode ini.
Baca juga: Perkuat Gizi Keluarga, Pemkab Gorontalo Gencarkan Kampanye GEMARIKAN
Capaian tersebut menempatkan Gorontalo di jajaran elit bersama provinsi berbasis industri lainnya.
Peta Pertumbuhan Regional Kuartal I 2026
Secara nasional, Maluku Utara masih memimpin di posisi puncak dengan pertumbuhan fantastis mencapai 19,64%, yang didorong oleh masifnya hilirisasi nikel.
Menyusul di tempat kedua adalah Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan angka 13,64%, yang disokong oleh sektor pertambangan dan pariwisata.
Baca juga: Gorontalo Masuk Daftar 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terendah 2026
Sementara itu, Sulawesi Tengah menempati urutan ketiga dengan pertumbuhan 8,32% berkat industri pengolahan logam.
Berikut adalah daftar lima besar provinsi dengan pertumbuhan tertinggi:
- Maluku Utara: 19,64%
- Nusa Tenggara Barat: 13,64%
- Sulawesi Tengah: 8,32%
- Gorontalo: 7,68%
- Kepulauan Riau: 7,04%
Dominasi wilayah Indonesia Timur dalam daftar sepuluh besar, termasuk Sulawesi Selatan (6,88%) dan Sulawesi Tenggara (6,23%), membuktikan bahwa investasi di sektor komoditas dan kawasan industri smelter menjadi mesin penggerak baru ekonomi Indonesia.
Sebaliknya, pulau Jawa hanya diwakili oleh Jawa Timur (5,96%) dan Jawa Tengah (5,89%) dalam jajaran tersebut.
Tantangan di Wilayah Lain
Meski sebagian besar daerah tumbuh positif, beberapa wilayah masih menghadapi tantangan berat.
Papua Tengah tercatat mengalami kontraksi paling dalam sebesar -8,38%.
Kondisi serupa juga terlihat pada laju pertumbuhan rendah di Kalimantan Timur (2,99%) serta Papua Pegunungan (3,51%).
Keberhasilan Gorontalo menembus lima besar nasional ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerataan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan potensi daerah mulai membuahkan hasil nyata pada tahun 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS, Goodstats