GORONTALO — Indikator ketenagakerjaan menjadi barometer krusial dalam mengukur stabilitas ekonomi suatu daerah.
Semakin rendah angka pengangguran, menunjukkan bahwa angkatan kerja di wilayah tersebut terserap optimal oleh sektor-sektor produktif maupun lapangan usaha mandiri.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, potret ketenagakerjaan nasional menunjukkan tren positif.
Baca juga: Dihajar Jepang 3-1, Perjuangan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2026 Terhenti di Fase Grup
Jumlah pengangguran di tanah air tercatat sebesar 7,24 juta jiwa, mengalami penurunan sebanyak 35 ribu orang jika dibandingkan dengan periode Februari tahun sebelumnya.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional saat ini berada pada posisi 4,68%.
Dalam rilis tersebut, Provinsi Gorontalo berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan masuk ke dalam jajaran 10 besar wilayah dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia.
Baca juga: Pesan Bupati Gorontalo ke JCH: Tolong Doakan Daerah Ini, Masyarakat, dan Pemerintahannya
Gorontalo menempati posisi kedelapan secara nasional dengan angka pengangguran sebesar 3,17%.
Capaian ini menempatkan Bumi Serambi Madinah jauh di bawah rata-rata nasional.
Sejauh ini, sektor pertanian dan geliat usaha informal masih menjadi penopang utama dalam menyerap tenaga kerja lokal di Gorontalo.
Baca juga: 10 Provinsi dengan Jumlah Korban Kekerasan Anak Tertinggi di Indonesia Tahun 2025
Selain Gorontalo, daftar ini didominasi oleh provinsi di wilayah tengah dan timur Indonesia.
Berikut adalah daftar lengkap 10 provinsi dengan tingkat pengangguran terendah per Februari 2026:
- Bali: 1,59%
- Papua Pegunungan: 1,70%
- Sulawesi Barat: 2,93%
- Sulawesi Tengah: 2,95%
- Nusa Tenggara Barat (NTB): 2,99%
- DI Yogyakarta: 3,05%
- Nusa Tenggara Timur (NTT): 3,16%
- Gorontalo: 3,17%
- Bengkulu: 3,23%
- Sulawesi Tenggara: 3,25%
Keberhasilan Gorontalo menekan angka pengangguran hingga ke level 3,17% menjadi bukti efektivitas penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.
Meskipun demikian, penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan keterampilan tetap menjadi agenda penting agar tren positif ini dapat terus dipertahankan di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats, BPS