Selasa, 31 MARET 2026 • 07:38 WIB

6.570 Hari Tanpa Gelar: Ketika Ramadan Berakhir, tapi Puasa Gelar Timnas Indonesia Tak Kunjung Usai

Author

Sudah 18 tahun Timnas Indonesia puasa gelar sejak menjuarai Piala Kemerdekaan 2008 (Timnas Indonesia)

GORONTALO – Gema takbir kemenangan menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadan tahun ini bagi jutaan rakyat Indonesia. 

Namun, di atas lapangan hijau, dahaga panjang Timnas Indonesia tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat. 

Kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 tadi malam seolah menjadi penegas bahwa Timnas Indonesia masih terjebak dalam puasa gelar yang kini telah menginjak usia 18 tahun.

Baca juga: Rapor Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Lini Belakang Renggang, Lini Serang Kurang Garang

Terakhir kali Timnas Indonesia naik ke podium juara adalah pada tahun 2008. 

Namun, jika menilik kembali sejarahnya, gelar tersebut pun diraih melalui rangkaian peristiwa yang jauh dari kata sempurna.

Juara Lewat Jalur Walk Out

Satu-satunya trofi yang menghuni lemari prestasi Indonesia dalam dua dekade terakhir berasal dari ajang Piala Kemerdekaan 2008. 

Baca juga: FIFA Series 2026: Rizky Ridho Tak Tergantikan, Nadeo-Cahya Hanya Pajangan

Melaju ke final menghadapi Libya U-23, Timnas Indonesia yang saat itu diasuh Benny Dolo sempat dikejutkan oleh gol Abdallah Mohamed di menit ke-14.

Stadion Gelora Bung Karno yang dipadati puluhan ribu penonton menjadi saksi pertandingan yang berjalan kasar dan penuh protes. 

Drama mencapai puncaknya saat jeda babak pertama. Para pemain Libya U-23 menolak kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan.

Baca juga: Lupakan Ranking 121 Dunia, Timnas Indonesia Main Lebih Baik dari Peringkat 86 di Final FIFA Series 2026

Setelah menunggu selama 15 menit, wasit akhirnya menyatakan Indonesia menang WO (Walk Out). 

Gelar juara pun sah menjadi milik Indonesia, meski diwarnai laporan pemukulan terhadap pelatih Libya oleh salah satu ofisial tim tuan rumah di lorong ruang ganti.

Sebuah kemenangan yang hingga kini menyisakan catatan kelam dalam sejarah sepak bola nasional.

Spesialis Runner-Up

Pasca-2008, prestasi Indonesia di partai puncak seolah mengalami kutukan posisi kedua. 

Skuad Garuda bertransformasi menjadi kolektor medali perak yang paling konsisten di kawasan Asia Tenggara.

Statistik di ajang Piala AFF menjadi buktinya. Indonesia memegang rekor sebagai tim dengan jumlah runner-up terbanyak sepanjang sejarah turnamen, yakni sebanyak enam kali (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020). 

Final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria hanyalah tambahan daftar panjang dalam catatan statistik nyaris juara tersebut.

Menanti Berakhirnya Puasa Panjang

Meski tampil dominan dengan penguasaan bola hingga 71 persen saat melawan Bulgaria, efektivitas masih menjadi kendala utama Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar ini. 

Dominasi di atas kertas belum mampu dikonversi menjadi supremasi di papan skor.

Publik kini hanya bisa berharap bahwa evaluasi dari John Herdman pasca-turnamen ini mampu menjadi kunci untuk mengakhiri puasa gelar selama ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU