Senin, 08 DESEMBER 2025 • 21:54 WIB

Timnas Indonesia U-23 Tumbang dari Filipina U-23 0-1, Asa ke Semifinal di Ujung Tanduk

Author

Laga Timnas Indonesia U-23 vs Filipina di Grup C SEA Games 2025 (Timnas Indonesia)

GORONTALO – Awan mendung seolah menaungi langkah Timnas Indonesia U-23 di laga pembuka Grup C SEA Games 2025. 

Meski di atas kertas diunggulkan, skuad asuhan Indra Sjafri justru harus menelan kekalahan dari Filipina dengan skor tipis 0-1, Senin, 8 Desember 2025.

Kekalahan ini bukan sekadar hilangnya tiga poin, melainkan sebuah alarm bahaya yang nyaring bagi pasukan Ivar Jenner dkk..

Baca juga: Flashback Duel Terakhir Timnas Indonesia U-23 Vs Filipina U-23: Garuda Muda Menang Berkat Gol Bunuh Diri

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit awal berbunyi, Indonesia sejatinya tampil dominan. Serangan demi serangan dibangun rapi, mengurung pertahanan lawan. 

Namun, dominasi penguasaan bola ternyata tak cukup. Filipina yang bermain pragmatis justru memberikan hukuman mematikan jelang turun minum. 

Memanfaatkan kelengahan lini belakang, Banatao sukses menanduk bola ke gawang Cahya Supriadi, mengubah skor menjadi 0-1, yang bertahan hingga akhir laga.

Baca juga: Siaran Langsung Timnas Indonesia U-23 Vs Filipina U-23 Malam Ini: Tayang di Mana dan Jam Berapa?

Babak kedua menjadi panggung rasa frustrasi bagi Garuda Muda. 

Peluang emas sempat hadir lewat kaki Rafael Struick dan Rahmat Arjuna, tapi penyelesaian akhir yang tumpul membuat gawang Filipina tetap aman. 

Rapatnya barisan pertahanan Filipina, yang seolah memarkir bus di area penalti sendiri, membuat setiap usaha Indonesia mentah di tengah jalan.

Baca juga: Indra Sjafri Optimistis, Timnas Indonesia U-23 Siap Tempur di Laga Perdana SEA Games 2025

Hingga wasit mengakhiri laga, skor 1-0 untuk keunggulan Filipina tidak berubah.

Asa ke Semifinal di Ujung Tanduk

Hasil minor ini menempatkan Indonesia dalam posisi terjepit. Filipina memastikan diri lolos ke semifinal dengan koleksi enam poin sempurna. 

Sementara itu, nasib Garuda Muda kini bergantung pada seutas benang tipis.

Laga pamungkas melawan Myanmar pada 12 Desember mendatang bukan lagi sekadar pertandingan biasa, melainkan partai hidup-mati. 

Kemenangan besar adalah harga mati jika Indonesia masih ingin menjaga asa lolos sebagai runner-up terbaik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siaran Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU