Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 09:31 WIB

'Murid Nakal' Itu Kini Jadi Gubernur Gorontalo

Author

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail kunjungi gurunya semasa SMPP di momen Hari Guru Nasional (Humas Pemprov Gorontalo)

GORONTALO – Di usianya yang telah menginjak 77 tahun, Ratna Mashur tak pernah menyangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini, akan menjadi memori yang begitu membekas di hati. 

Rumah sederhananya mendadak riuh oleh kedatangan tamu istimewa. Sosok itu bukan orang asing, melainkan Gusnar Ismail, mantan anak didiknya yang kini memikul amanah sebagai Gubernur Gorontalo.

Suasana haru seketika menyelimuti pertemuan tersebut. Ratna, pensiunan guru mata pelajaran Tata Buku Hitung Dagang Ekonomi di Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP), tampak bahagia bercampur bangga. 

Baca juga: Polda Gorontalo Kebut Berkas Perkara Asusila ASN Gorontalo Utara Agar Segera Dilimpahkan

Ingatannya melayang ke puluhan tahun silam, mengenang sosok Gusnar muda yang akrab disapa Gun.

Di mata Ratna, bibit kepemimpinan sang Gubernur sudah terlihat jelas sejak masih berseragam sekolah. Ia mengenang Gusnar sebagai siswa yang penuh inisiatif dan memiliki karakter unik.

“Dulu pak Gub itu yang selalu turun ke SMP untuk menyosialisasikan SMPP karena siswanya sedikit. Nah, beliau yang selalu turun bersosialisasi agar murid SMPP bertambah banyak," kenangnya. 

Baca juga: Dilapor Mei Jadi Tersangka November, ASN Gorontalo Utara Tersangka Kasus Persetubuhan Paksa Akhirnya Ditahan Polisi

"Beliau adalah murid yang paling pintar dan nakal, tetapi nakal dalam hal positif,” kenangnya lagi.

Kini, melihat "murid nakalnya" berdiri gagah memimpin daerah, hanya doa dan petuah bijak yang bisa Ratna titipkan. Ia berharap Gusnar memimpin dengan hati yang tulus.

“Pesan saya bekerjalah dengan baik, dengan Lillahitaala demi masyarakat Gorontalo,” tuturnya lembut.

Bagi Gusnar Ismail sendiri, kunjungan ini adalah bentuk takzim kepada pelita hidupnya. 

Tak hanya Ratna, di hari yang sama ia juga menyambangi kediaman gurunya yang lain, Fien Tahir, di Jalan Raja Eyato, Kota Gorontalo.

Gusnar mengakui, karakter dan kesuksesannya hari ini tak lepas dari gemblengan keras para gurunya dulu. 

Baginya, warisan terbesar dari bangku sekolah bukanlah sekadar nilai akademis, melainkan didikan tentang kedisiplinan.

“Dalam pendidikan itu disiplin yang paling utama. Tanpa disiplin, kita tidak akan menjadi apa-apa,” pungkas Gusnar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemprov Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU