Ilustrasi orang lesu saat berpuasa di bulan Ramadan (Istimewa)
GORONTALO — Bulan Ramadan sering kali identik dengan rasa kantuk yang datang tiba-tiba di siang hari atau tubuh yang terasa tak bertenaga.
Banyak orang terjebak dalam siklus ngantuk-lapar-tidur yang justru membuat badan terasa semakin lemas saat puasa.
Padahal, dengan strategi yang tepat, Anda tetap bisa tampil sat-set dan produktif meski sedang berpuasa.
Baca juga: Prospek Cuaca BMKG 13–16 Februari: Gorontalo dan Sejumlah Wilayah Siaga Hujan Lebat
Berikut adalah beberapa kegiatan dan tips anti lesu yang bisa Anda terapkan agar Ramadan tahun ini lebih bertenaga.
Banyak yang salah kaprah dengan tidur berjam-jam saat siang hari. Alih-alih segar, tidur terlalu lama justru membuat kepala pening dan tubuh makin lunglai. Rahasianya adalah Power Nap.
Cukup tidur selama 15–20 menit di jam istirahat. Durasi singkat ini sudah cukup untuk me-refresh fungsi kognitif otak tanpa membuat Anda masuk ke fase tidur dalam yang memicu rasa lemas saat terbangun.
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Gorontalo Revisi Aturan Perdis
Bergerak justru akan melancarkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh. Hindari olahraga berat yang memicu keringat berlebih. Pilih olahraga intensitas rendah seperti jalan santai, yoga, atau peregangan di area meja kerja.
Baca juga: Adhan ke ASN Kota Gorontalo: Jangan Cuma di Rumah Puasa, di Luar Tidak
Lakukan 30 menit sebelum berbuka (ngabuburit) atau 1–2 jam setelah salat Tarawih saat energi sudah terisi kembali.
Energi manusia saat berpuasa seperti baterai ponsel; paling penuh di pagi hari dan mulai low-batt di sore hari.
Manfaatkan waktu setelah Subuh atau awal jam kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang paling berat dan butuh konsentrasi tinggi.
Kerjakan tugas sulit di pagi hari. Simpan tugas-tugas ringan atau administratif untuk dikerjakan menjelang waktu berbuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber