GORONTALO – Gelaran FIFA Series 2026 di Jakarta resmi berakhir dengan menempatkan Timnas Indonesia sebagai runner-up.
Namun, di balik performa kolektif yang dipuji pelatih lawan, muncul catatan menarik mengenai jomplangnya menit bermain antar-pemain.
Sosok Rizky Ridho tampil sebagai pilar absolut, sementara dua nama di sektor kiper harus puas tanpa menit bermain.
Tangguh di Lini Belakang
Rizky Ridho menegaskan statusnya sebagai pemain paling dipercaya oleh John Herdman.
Bek tengah andalan ini menjadi satu-satunya pemain yang mencatatkan waktu bermain sempurna, yakni 180 menit dari dua laga yang dijalani Indonesia.
Ketangguhan Ridho sudah terlihat sejak laga pembuka saat Indonesia mencukur St. Kitts and Nevis 4-0.
Baca juga: Prediksi Cerah Pelatih Bulgaria untuk Masa Depan Timnas Indonesia
Kepemimpinannya semakin teruji di partai final melawan Bulgaria.
Tidak hanya disiplin dalam bertahan, Ridho hampir saja mengubah nasib Indonesia di menit ke-84 jika sepakan kerasnya tidak digagalkan oleh mistar gawang.
Konsistensi inilah yang membuatnya menjadi sosok yang benar-benar tak tergantikan.
Baca juga: Hasil Final FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria 0-1
Nasib Kontras di Bangku Cadangan
Berbanding terbalik dengan kegemilangan Ridho, pemandangan berbeda terlihat di daftar susunan pemain.
Dua penjaga gawang, Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi, harus menelan pil pahit sepanjang turnamen.
Alih-alih mendapatkan kesempatan rotasi, terutama di laga perdana yang cenderung dominan, keduanya justru tak pernah beranjak dari bangku cadangan.
Hingga turnamen usai, Nadeo dan Cahya seolah hanya menjadi pajangan di pinggir lapangan tanpa sekalipun merasakan atmosfer pertandingan di bawah arahan pelatih baru.
Pesan Tersirat John Herdman
Keputusan Herdman untuk terus memainkan komposisi utama, termasuk di sektor kiper, menunjukkan bahwa sang pelatih belum berani melakukan eksperimen ekstrem di ajang FIFA Series kali ini.
Stabilitas pertahanan tampaknya menjadi prioritas utama ketimbang memberikan menit bermain merata bagi seluruh anggota skuad.
Hasilnya memang terlihat pada solidnya pertahanan yang dipimpin Rizky Ridho-Jay Idzes.
Namun, bagi pemain yang belum mendapatkan kesempatan, turnamen ini menjadi alarm untuk terus membuktikan kualitas agar tidak sekadar menjadi pelengkap di daftar panggilan berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber